Pesona Kawah Ijen Banyuwangi
Diposting oleh
Sains communitY
1 komentar
Gunung Ijen atau lebih di kenal dengan Kawah Ijen, adalah
salah satu gunung yang masih aktif sampai sekarang. Memiliki ketinggian
2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300 - 500 m
dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936.
Ijen merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya. Kawasan ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas.
Saat berada di kawasan Kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.
Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida
dengan luas sekitar 5.466 hektar.. Kawah yang berbahaya ini memiliki
keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok.
Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.
Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.
Bagi mereka yang suka akan petualangan, untuk mencapai Gunung Ijen bisa di akses dari dua arah yaitu, dari utara dan dari selatan. Dari utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol ( Bondowoso ) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding.
Jarak Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditemput sekitar 2,5 jam. Dari arah selatan, bisa dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km.
Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak
Sumber: mahmoud rofi'ie's blog
SEJARAH BERDIRINYA MADRASAH “AL-ISLAM”
Hai sobat what’ up, this is story of Al-Islam, alah omong opo tow kuwi,masa anak Al-Islam nggak bisa bahasa inggriss malu donk…orang anak TK aja bisa.
Kalo ngomongin soal Al-Islam nggak lepas dari sejarahnya,.ya pondok kita yang katanya dan kenyataanya pake tiga kurikulum yaitu numero uno salaf, numero duo pondok modern wa” numero tigo pake kurikulum depag. Iya kann…?benar apa tidak salah..?harus benar pokoknya kalao gak benar tak tukari entar, ketiga kurikulum itu di padu menjadi satu, jadilah Al-Islam dengan kurikulum yang unik, ngemeng ngemeng soal kurikulum Al-Islam kita harus menilisik dulu asal berdiri alias sejarahnya, udah pengen tau kisah selanjutnya? pengen gak pengen harus pengen. This is history of Al-islam from us.
Sejarah Berdiri
Madrasah ini didirikan pada tanggal 12 Muharam 1386 H atau bertepetan dengan tanggal 2 Mei 1966 M,Dengan sebab-sebab sebagai berikut:
- : pengembangan Agama Islam di kecamatan Mlarak dan sekitarnya
- :kaderisasi Islam ( rasa tanggung jawab yang besar akan kaderisasi Islam dari wilayah mlarak)
- :waktu itu banyak anak-anak yang nggak bisa nerusin ke SMP. Wah nggak enak juga ya kalo nggak bisa nerusin ke SMP, bisa jadi penganguran sukses tuch….
Semua iti berdasarkan realisasi cita-cita para tokoh agama Islam ( NU ) yang ada diwilayah kecamatan Mlarak, adapun beliau-beliau tersebut yang telah andil besar dalam mendirikan pondok ini iyalah….:
1. KH. Imam Syafa’at from Gandu
2. KH. Maghfur Hasbullah from Joresan
3. KH. Mahfud Hakim BA. From Gandu
4. Kafrawi from Joresan
5. H. Farhan Abd. Qodir from Joresan
6. M. qomari Ridwan from Gandu
7. KH. Imam Mahmudi from Bajang
8. Ibnu Mundzir Abd. Kariem from joresan
9. Bazi Haidan Abd. Kariem from joresan
10. K. Markum from suren
11. Mudlori Hajar from Joresan
12. Mirzuddin Hasbullah from Joresan
13. Asmu’I Abd. Qodir from Joresan
14. Tumiran Ahmadi from gandu
15. Moh. Yasa’ from Ngrukem
16. Masruri from Ngrukem.
setelah pondok yang pada waktu itu adalah madrasah berdiri, ditunjuklah kepala (direktur Madrasah) yaitu KH. Maghfur Hasbullah sebagai direktur pertama.
Sejarah Nama
Pada awal mulanya pondok kita yang notabene dari orang-orang NU, maka namanya masih mempunyai unsure NU. Akan tetapi karena madrasah ini tidak hanya untuk orang-orang NU namanya diganti dengan “ Madrasah Tsanawiyah Islamiah” (Aliyahnya belum ada tuh). Lambat laun namanya diganti dengan “Madrasah Tsanawiyah Aliyah Al-islam”, sesuai dengan mottonya “Melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik” . pondok kita merubah namanya menjadi “ PONDOK PESANTREN AL-ISLAM” sampe sekarang……
Pertukaran gas
Pertukaran gas antara tumbuhan dengan atmosfer terjadi melalui pori kecil yang disebut dengan stomata. Stomata terletak pada bagian epidermis daun. Stomata memunyai kemampuan untuk membuka menutup. Selama fotosintesis, tumbuhan lebih banyak membutuhkan karbon dioksida di bandingkan dengan oksigen. Tumbuhan akan banyak melepas gas oksigen sebagai gas buangan hasil reaksi fotosintesis. Reaksi kebalikan dari fotosintesis adalah respirasi. Respirasi dan fotosintesis adalah sunatullah untuk menjaga keseimbangan gas di atmosfer. Jika jumlah tumbuhan berkurang dan sebaliknya, kadar gas karbon dioksida bertambah. Jika ini terjadi akan terjadi peningkatan suhu bumi yang dikenal dengan istilah pemanasan global. Oleh karena itu, sudah kewajiban manusia untuk mengelola alam ini dengan arif dan bijaksana sehongga Bumi adalah tempat yang nyaman bagi kehidupan. Lumut merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan talus dngan tumbuhan komus. Habitatnya di tempat-tempat lembap atau basah. Pada tumbuhan lumut, hanya terjadi pertumbuhan memanjang, karena tidak mengalami pertumbuhan sekunder. Lumut mempunyai rizoid yang berfungsi sebagai akar untuyk menyerap bahan makanan. Lumt juga mempunyai klorofil, sehingga mampu berfotosintesis. Reproduksi aksesualnya dengan spora yang haploid, sedangkan seksualnya dengan pembentukan gamet-gamet, Reproduksi aksesualnya dan seksual bergiliran melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan kormofita. Tumbuhan merupakan golongan tumbuhan pembuluh yang paling sederhana dengan habitat di darat. Reproduksi aseksual dengan membentuk spora, sedangkan reproduksi seksualnya dengan membentuk arkegonium dan anterdium yang menghasilkan gamet jantan dan betina. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis. Tumbuhan berbiji mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini mempunyai jaringan pembuluh yang kompleks dan organ alat perkembang biakan berupa bunga atau runjung. Tumbuhan berbiji dibedakan menjadi tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. Alat perkembangbiakan tumbuhan berbiji terbuka adalah runjung jantan dan runjung betina. Alat tumbuhan berbiji tertutup adalah bunga. Kelompok tumbuhan berbiji memiliki manfaat besar bagi manusia.
”Dan sebagian dri tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering
tandus, maka apabila kami turunkan air diatasnya, niscaya ia bergerak dan subur.
Sesungguhnya allah yang menghidupkan tentu dapat menghidupkan yang mati.
Sesungguhnya dia Maha kuasa atas segala sesuatu.”
(QS.Fushshilaat,:39)
”Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (allah)
memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan.
Sesungguhnya rahmat allah amat dekat kepada orng yang berbuat baik.”
(QS.Al-A’raaf,:56)
”Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam.” (QS.Al-Anbiya’,:107)
tasbih
Diposting oleh
Sains communitY
0
komentar
![]() |
| Add caption |
…………………………………………………………………………………………..
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada allah. Dan
tak ada satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak
mengerti tasbih meraka. Sesungguhnya dia adalah maha pengatur dan lagi maha
pengampun.
(QS. AL-Iraa’ : 44)
...........................................................................................................................................
Istilah at-tasbih diambil dari kata as-sibaahah bermakna mengambang dan dalam bentuk bahasa arab bermakna menggerakkan fisik (materi) dengan cepat di tengah materi yang lebih rendah kepadatan materinya seperti air atau udara. Kata at-tasbih secara etimologis bermakna dzikir dengan mengagungkan dan menyucikan dari segala kekurangan. Tasbih kepada allah adalah selalu bedzikir kepada-Nya dengan segenap nama, sifat, dan perbuatan yang dia nisbatkan kepada zat-Nya yang mulia, mengagungkan dan menyucikan-Nya, mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata dalam ucapan dan perbuatan, menucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak bagi keagungan rububiah-Nya, uluhaiah-Nya, dan keesaan-Nya, dan mengakui bahwa allah SWT sematalah pemilik kekuasaan dan kerajaan-Nya.
Al-Qur’an telah menetpkan bahwa segala yang ada berupa langit, bumi, malaikat, manusia, jin, macam-macam benda hidup, dan benda mati selalu memanjatkan tasbih kepada allah SWT tanpa henti-hentinya dan terputus.
Semua mahluk hidup dan tak hidup dialam semesta ini jika dikupas secara mendalam akan kita dapatkan dasar menyusun materi, baik dari mahluk hidup maupun tak hidup yaitu berupa unsur dan molekul.
Unsur terbentu dari atom. Di dalam dunia sub atomik terdapat partikel-partikel berupa inti atom yang terdiri atas proton-proton yang bermuatan positif dan netron-netron yang bermuatan netral serta partikel elektron yang mengandung muatan negatif, yang berputar dalam putaran tertentu di sekitar inti atom yang disebut kulit atom.
Elektron memancarkan energi ketika berpindah dari kulit satu ke kulit lainnya, energi ini keluar dalam bentuk proton-proton. Energi tiap gelombang elektromagnetik dihitung dengan bilangan ketika ia memancarkan atau menyerap ikatan yang serupa dengan partikel-partikel yang memiliki energi itu, yang dinamakan foton.
Energi tiap foton sesuai dengan frekuensi radiasi yang timbul darinya. Rumusan itu dapat kita tulis
Pada partikel-partikel padat biasanya unsur-unsur dan komposisinya mengkristal dalam bentuk geometris tertentu. Tiap unsur atau komposisi itu dinamakan kristal atau hablur. Tiap-tiap bagian hablur bergetar secara terus menerusdan menghasilkan gelombang-gelombang getaran khusus yang merupakan ciri khasnya dan berfungsi membedakan dari unsur dan komposisi lainnya. Ia juga berfungsi sebagai bahasa khusus yang mengungkapkan tentang dirinya yang kita kenal dengan tasbih masing-masing benda tersebut. Lalu dari manakah sumberenergi penggerak partikel yang menyebabkan getaran gelombang suara ungkapan bahasa benda hidup maupun tak hidup? Tentu jawabannya adalah dari allah SWT Yang Maha Agung. Maha Tahu dan Maha Bijaksana.
Partikel-partikel pokok materi bergerak dalam molekul. Atom-atom bergerak dalam molekul. Dan molekul-molekul bergerak dalam materi dengan bentuk yang berbeda-beda, yaitu berupa gas, cair, dan padat dalam tubuh-tubuh mahluk hidup dan benda mati berupa tumbuh-tubuhan, bebatuan, hewan, maupun manusia.
Dalam skala besar, satelit-satelit bergerak beredar mngelilingi plane-planet, lalu bersama planet mengelilingi matahari. Kemudian, bersama matahari mengelilingi pusat galaksi dan bersama dengan galaksi mengelilingi pusat kumpulan galaksi dan bersamanya mengelilingi pusat-pusat yang lebih luas lagi sampai pada pusat alam semesta yang tak bisa di kethui oleh siapa pun, kecuali allah SWT. Dan seluruh alam semesta beserta isinya senantiasa bertasbih dengan memuji-Nya secara terus-menerus dan tak henti-hentinya. Maha suci allah dengan segala firman-Nya. Wallahu a’lam bis showab.
Revolusi Hijau
Teknologi genetika memicu terjadinya Revolusi Hijau (green revolution) yang sudah berjalan sejak 1960-an. Dengan adanya Revolusi Hijau ini terjadi pertambahan produksi pertanian yang berlipat ganda sehingga tercukupi bahan makanan pokok asal serealia.
Konsep Revolusi Hijau yang di Indonesia dikenal sebagai gerakan Bimas (bimbingan masyarakat) adalah program nasional untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya swasembada beras. Tujuan tersebut dilatarbelakangi mitos bahwa beras adalah komoditas strategis baik ditinjau dari segi ekonomi, politik dan sosial. Gerakan Bimas berintikan tiga komponen pokok, yaitu penggunaan teknologi yang sering disabut Panca Usaha Tani, penerapan kebijakan harga sarana dan hasil reproduksi serta adanya dukungan kredit dan infrastruktur. Grakan ini berhasil menghantarkan Indonesia pada swasembada beras.
Gerakan Revolusi Hijau yang dijalankan di negara – negara berkembang dan Indonesia dijalankan sejak rejim Orde Baru berkuasa. Gerakan Revolusi Hijau sebagaimana telah umum diketahui di Indonesia tidak mampu untuk menghantarkan Indonesia menjadi sebuah negara yang berswasembada pangan secara tetap, tetapi hanya mampu dalam waktu lima tahun, yakni antara tahun 1984 – 1989. Disamping itu, Revolusi Hijau juga telah menyebabkan terjadinya kesenjangan ekonomi dan sosial pedesaan karena ternyata Revolusi Hijau hanyalah menguntungkan petani yang memiliki tanah lebih dari setengah hektar, dan petani kaya di pedesaan, serta penyelenggara negara di tingkat pedesaan. Sebab sebelum Revolusi Hijau dilaksanakan, keadaan penguasaan dan pemilikan tanah di Indonesia sudah timpang, akibat dari gagalnya pelaksanaan Pembaruan Agraria yang telah mulai dilaksanakan pada tahun 1960 sampai dengan tahun 1965. Pertanian revolusi hijau juga dapat disebut sebagai kegagalan karena produknya sarat kandungan residu pestisida dan sangat merusak ekosistem lingkungan dan kesuburan tanah.
B.Pestisida dan Pupuk Buatan
Pestisida telah lama diketahui menyebabkan iritasi mata dan kulit, gangguan pernapasan, penurunan daya ingat, dan pada jangka panjang menyebabkan kanker. Bahkan jika ibu hamil mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung residu pestisida, maka janin yang dikandungnya mempunyai risiko dilahirkan dalam keadaan cacat. Penggunaan pestisida juga menyebabkan terjadinya peledakan hama —suatu keadaan yang kontradiktif dengan tujuan pembuatan pestisida— karena pestisida dalam dosis berlebihan menyebabkan hama kebal dan mengakibatkan kematian musuh alami hama yang bersangkutan.
Namun, mitos obat mujarab pemberantas hama tetap melekat di sebagian petani. Mereka tidak paham akan bahaya pestisida. Hal ini disebabkan karena informasi yang sampai kepada mereka adalah ‘jika ada hama, pakailah pestisida merek A’. para petani juga dibanjiri impian tentang produksi yang melimpah-ruah jika mereka menggunakan pupuk kimia. Para penyuluh pertanian adalah ‘antek-antek’ pedagang yang mempromosikan keajaiban teknologi modern ini. Penyuluh pertanian tidak pernah menyampaikan informasi secara utuh bahwa pupuk kimia sebenarnya tidak dapat memperbaiki sifat-sifat fisika tanah, sehingga tanah menghadapi bahaya erosi. Penggunaan pupuk buatan secara terus-menerus juga akan mempercepat habisnya zat-zat organik, merusak keseimbangan zat-zat makanan di dalam tanah, sehingga menimbulkan berbagai penyakit tanaman. Akibatnya, kesuburan tanah di lahan-lahan yang menggunakan pupuk buatan dari tahun ke tahun terus menurun.
C.Revolusi Hijau dan Dampak Buruknya
Di Indonesia, penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan bagian dari Revolusi Hijau, sebuah proyek ambisius Orde Baru untuk memacu hasil produksi pertanian dengan menggunakan teknologi modern, yang dimulai sejak tahun 1970-an. Memang Revolusi Hijau telah menjawab satu tantangan ketersediaan kebutuhan pangan dunia yang terus meningkat. Namun keberhasilan itu bukan tanpa dampak dan efek samping yang jika tanpa pengendalian, dalam jangka panjang justru mengancam kehidupan dunia pertanian.
Gebrakan revolusi hijau di Indonesia memang terlihat pada dekade 1980-an. Saat itu, pemerintah mengkomando penanaman padi, pemaksaan pemakaian bibit impor, pupuk kimia, pestisida, dan lain-lainnya. Hasilnya, Indonesia sempat menikmati swasembada beras. Namun pada dekade 1990-an, petani mulai kelimpungan menghadapi serangan hama, kesuburan tanah merosot, ketergantungan pemakaian pupuk yang semakin meningkat dan pestisida tidak manjur lagi, dan harga gabah dikontrol pemerintah
Bahan kimia sintetik yang digunakan dalam pertanian, pupuk misalnya telah merusak struktur, kimia dan biologi tanah. Bahan pestisida diyakini telah merusak ekosistem dan habitat beberapa binatang yang justru menguntungkan petani sebagai predator hama tertentu. Disamping itu pestisida telah menyebabkan imunitas pada beberapa hama. Lebih lanjut resiko kerusakan ekologi menjadi tak terhindarkan dan terjadinya penurunan produksi membuat ongkos produksi pertanian cenderung meningkat. Akhirnya terjadi inefisensi produksi dan melemahkan kegairahan bertani.
Revolusi hijau memang pernah meningkatkan produksi gabah. Namun berakibat:
Berbagai organisme penyubur tanah musnah
Kesuburan tanah merosot / tandus
Tanah mengandung residu (endapan pestisida)
Hasil pertanian mengandung residu pestisida
Keseimbangan ekosistem rusak
Terjadi peledakan serangan dan jumlah hama.
Revolusi Hijau bahkan telah mengubah secara drastis hakekat petani. Dalam sejarah peradaban manusia, petani bekerja mengembangkan budaya tanam dengan memanfaatkan potensi alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Petani merupakan komunitas mandiri. Namun dalam revolusi hijau, petani tidak boleh mem-biakkan benih sendiri. Bibit yang telah disediakan merupakan hasil rekayasa genetika, dan sangat tergantung pada pupuk dan pestisida kimia —yang membuat banyak petani terlilit hutang. Akibat terlalu menjagokan bibit padi unggul, sekitar 1.500 varietas padi lokal telah punah dalam 15 tahun terakhir ini.
Meskipun dalam Undang-Undang No. 12/1992 telah disebutkan bahwa “petani memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan jenis tanaman dan pembudi-dayaannya”, tetapi ayat tersebut dimentahkan lagi oleh ayat berikutnya, yakni “petani berkewajiban berperan serta dalam mewujudkan rencana pengembangan dan produksi budidaya tanam” (program pemerintah). Dengan begitu, kebebasan petani tetap dikebiri oleh rezim pemerintah.
Dapat dipastikan bahwa Revolusi Hijau hanya menguntungkan para produsen pupuk, pestisida, benih, serta petani bermodal kuat. Revolusi Hijau memang membuat hasil produksi pertanian meningkat, yang dijadikan tolak ukur sebagai salah satu keberhasilan Orde Baru. Namun, di balik itu semua, ada penderitaan kaum petani. Belum lagi kerusakan sistem ekologi pertanian yang kerugiannya tidak dapat dinilai dengan uang.
Mitos akan kehebatan Revolusi Hijau lahir karena ditopang oleh teknologi yang dikembangkan dari sistem ilmu pengetahuan modern, mulai dari genetika sampai kimia terapan. Pantas jika Masanobu Fukuoka, pelopor pertanian alami di Jepang, pernah berkata: “Peranan ilmuwan dalam masyarakat itu analog dengan peranan diskriminasi di dalam pikiran-pikiran Anda sendiri.”. Telah terbukti bahwa penerapan Revolusi Hijau di Indonesia memberi dampak negatif pada lingkungan karena penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Dan Revolusi Hijau di Indonesia tidak selalu mensejahterakan petani padi
Lubang Hitam (Black Hole)
Diposting oleh
Sains communitY
0
komentar
Kita sering mendengar istilah lubang hitam (black hole). Apa sebenarnya lubang hitam itu dan bagaimana ia bisa terbentuk?. Lubang hitam (black hole) adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya.
Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”. Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

Lubang hitam muncul ketika sebuah bintang yang besar dan padat (masif, berukuran 8-100 kali massa matahari) di sebuah supernova meredup dan mati dengan membakar seluruh tenaga nuklirnya. Gaya gravitasi menarik berat maha besar dari lapisan-lapisan luar bintang itu untuk ikut meluruh ke arah inti.
‘Permukaan’ dari sebuah lubang hitam disebut dengan sebuah event horizon. Hancurnya gaya gravitasi menjadikan hampir seluruh cahaya tidak dapat melepaskan diri dan tidak ada satu pun informasi dari permukaan itu yang berhasil lolos.
Sama halnya dengan figur kartun Cheshire Cat yang muncul lalu menghilang dalam gelap dengan hanya meninggalkan senyumnya, sebuah lubang hitam mewakili bahan-bahan yang hanya meninggalkan gravitasinya saja.
Sebagian kalangan berpikir banyak lubang hitam kecil terbentuk di awal mula pembentukan jagat raya, Big Bang. Kemungkinan galaksi kita juga memiliki berlimpah lubang hitam mini.
Pada prinsipnya, lubang hitam memiliki massa yang berbeda-beda. Lubang hitam yang terbentuk melalui kematian bintang-bintang sedikitnya memiliki massa dua kali daripada massa matahari kita. Tetapi kerapatannya bisa semiliar kali lebih padat daripada matahari kita.
Tidak seperti benda-benda pada umumnya, seperti bebatuan, yang secara kasar memiliki ukuran proporsional dengan akar persegi massa, lubang-lubang hitam memiliki proporsi radial terhadap massa-nya.
Secara virtual, bintang biasanya mati dan menghilang dari jagat raya ke bentuk sebuah titik dengan kerapatan yang tidak terbatas (event horizon) dimana hukum-hukum relativitas umum yang biasanya berlaku untuk ruang dan waktu luluh. Hukum-hukum fisika kuantum menyatakan, informasi-informasi itu tidak mungkin hilang sepenuhnya.
Namun, Hawking dan teman-temannya berpendapat medan gravitasi ekstrem dari lubang hitam dapat menjadi pengecualian dari hukum-hukum itu.
Radius sebuah lubang hitam (Rs) = 2MG/v^2. Dimana M adalah massa lubang hitam, G adalah konstanta Gravitasi, dan v adalah kecepatan yang dibutuhkan suatu obejk untuk menghindar dari gaya tarik gravitasi. Untuk kasus lubang hitam v adalah c atau kecepatan cahaya.
Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_hitam, http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1133612136&32
Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”. Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

Lubang hitam muncul ketika sebuah bintang yang besar dan padat (masif, berukuran 8-100 kali massa matahari) di sebuah supernova meredup dan mati dengan membakar seluruh tenaga nuklirnya. Gaya gravitasi menarik berat maha besar dari lapisan-lapisan luar bintang itu untuk ikut meluruh ke arah inti.
‘Permukaan’ dari sebuah lubang hitam disebut dengan sebuah event horizon. Hancurnya gaya gravitasi menjadikan hampir seluruh cahaya tidak dapat melepaskan diri dan tidak ada satu pun informasi dari permukaan itu yang berhasil lolos.
Sama halnya dengan figur kartun Cheshire Cat yang muncul lalu menghilang dalam gelap dengan hanya meninggalkan senyumnya, sebuah lubang hitam mewakili bahan-bahan yang hanya meninggalkan gravitasinya saja.

Ilustrasi lubang hitam di depan Magellanic Cloud
Pada prinsipnya, lubang hitam memiliki massa yang berbeda-beda. Lubang hitam yang terbentuk melalui kematian bintang-bintang sedikitnya memiliki massa dua kali daripada massa matahari kita. Tetapi kerapatannya bisa semiliar kali lebih padat daripada matahari kita.
Tidak seperti benda-benda pada umumnya, seperti bebatuan, yang secara kasar memiliki ukuran proporsional dengan akar persegi massa, lubang-lubang hitam memiliki proporsi radial terhadap massa-nya.
Secara virtual, bintang biasanya mati dan menghilang dari jagat raya ke bentuk sebuah titik dengan kerapatan yang tidak terbatas (event horizon) dimana hukum-hukum relativitas umum yang biasanya berlaku untuk ruang dan waktu luluh. Hukum-hukum fisika kuantum menyatakan, informasi-informasi itu tidak mungkin hilang sepenuhnya.
Namun, Hawking dan teman-temannya berpendapat medan gravitasi ekstrem dari lubang hitam dapat menjadi pengecualian dari hukum-hukum itu.
Radius sebuah lubang hitam (Rs) = 2MG/v^2. Dimana M adalah massa lubang hitam, G adalah konstanta Gravitasi, dan v adalah kecepatan yang dibutuhkan suatu obejk untuk menghindar dari gaya tarik gravitasi. Untuk kasus lubang hitam v adalah c atau kecepatan cahaya.
Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_hitam, http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1133612136&32
Langganan:
Postingan (Atom)













